Showing posts with label Cerita Pendek. Show all posts
Showing posts with label Cerita Pendek. Show all posts

Friday, February 1, 2013

Kumpulan Cerpen Bahasa Inggris Terbaru WHO ATE THE BREAD?

WHO ATE THE BREAD?
By Ana Sakinah

Once upon a time, there were an old man and his son lived in a suburb. His wife has died when the boy was two years old. She got heart attack. The old man loved his son so much that he gave everything his son asked. It was because he did not want to see his son sad. He did not want to lose his only on, as he had already lost his wife. He wanted to grow his son well, so that his wife could smile.

The boy named Han. Han was sixteen and was a charming boy. He was oval-faced, thanks to his thin cheek. His eyes were as deep as the blue sea. He had a pointed nose—which shone when the sunlight passed on it. His lip was as nice as a thin cut-lemonade.

Just a week later, he would have his birthday party. The party would be the greatest party ever. All villagers would be invited to attend the party. Their house would be beautifully decorated by the professional decorators. Han’s father took his son to the most branded saloon in the city. He got his new hair-style. He also got some expensive shirts, T-shirts, and trousers that they bought in famous stores.

The day Han and his father were waiting for was coming. Han was dressed up well by the young talented artists. He wore a white shirt combined with a black jacket. He looked more handsome in that suit. The guests were also young, gorgeous girls. They tried to attack Han’s attention by wearing expensive gown and twinkle accessories. They all looked pretty, just like fairies in story tales. Some boys also attended the party. But, they were not as charming as Han.

When all guests were talking about what they were going to show to Han--in order to attacked his attention, he came out of his bedroom and greeted them. All girls stood up and were surprised to see their charming prince. The party began. The music turned on.

Some pretty girls came close to Han. Han was not interested with them, except a girl. The girl was wearing a worn, flashy pink with races on the bottom-edge costume. She did not put any accessories on her hair, unlike other girls. Her eyes were as cold as the ice in the north-pole. Her face was gloomy, just like a child who lost her beloved mother. She was sitting alone next to the pile of groceries.

Han walked up to the girl. He did not talk to her. He just looked deeply into her eyes while squatting on the ground. Then, Han began to talk. He asked the girl’s name and her intention to attend to his party. Actually, she did not want to attend Han’s birthday party. Besides that, she disliked Han and his father, that they were arrogant. She attended Han’s birthday party was just because her parents asked her to.

Did Han angry to the girl? No, he did not. Han admitted his and his father’s arrogance. Why did he do that? It was because he fell in love with the girl. He fell in love in the first sight. He saw an outstanding beauty in that girl. The girl was different from other girls. She had beautiful eyes. Her smile was like a fairy’s, eventhough she was not smiling. Her face was as bright as a full-moon. She gave a warm to Han, the warm that could never make him took his eyes off of her.

Han turned on his motorcycle. He rode it and took the girl with him. Everyone was thunderstruck. Some girls jumped on conclusion that Han was crazy. They were very disappointed because Han preferred to take the very strange and flashy girl rather than to choose them—who had given their best performance for him. Even some girls cried that they were not able to be Han’s girlfriend.

It was almost a year that Han had not come back to his house. There was no news where he was. The girl was not at her house, either. Han’s father went to see a well known shaman to look for his son. The shaman told him that Han was brought by a fairy to a very, very wonderful place.
“Was there a girl with a worn, flashy pink gown in the party?,” asked the shaman.
“Yes, there was a very strange girl with flashy costume. Han rode her and they never returned since that day,” Han’s father replied.
“Well, the girl is a fairy instead of a human being. She comes to look after a kind man, a man who is not interested by physical appearance, but he loves a girl because of her inner beauty.”
“Will he return home?,” Han’s father asked again.
“No, he will not be able to be a human anymore. The fairy has put him as her family’s member. He has dead already. You can find his body near the river whose water is red in its hilt, “ said the shaman.

Han’s father went to the river and found his son’s dead body. Then, Han was graved next to his mother’s grave. Han’s father put a piece of bread on his son’s grave instead of spreading flowers.

The next day, Han’s father came to his son’s grave, the bread became smaller. He thought that his son ate the bread. He was very happy that he always put one on his son’s grave everyday. No one could understand whether Han ate the bread or not. No one asked Han’s father why he did this out of thought thing. He just felt happy after putting the bread there.

Kumpulan Cerpen Terbaru Cerita Pendek You Are My Destiny 2013

 
Oleh Ni'Matul Khoirriyah

Langit tampak mendung, sepertinya akan turun hujan. Pandanganku beralih pada seorang cowok yang berdiri dekat pintu. Cowok berkulit putih dan berbadan cukup tinggi namun sedikit kurus. Tara,itulah namanya. Saya mengenalnya sejak lama, namun dia tak mengenalku. Hanya sejak kita masuk SMA yang sama dia jadi kenal padaku.

Namaku Nira Revita, biasa di panggil Rita.
"hey, ngelamunin apa sih?"suara itu mengagetkanku. Suara sahabatku, Zahfa.
"eeh, gak kok"jawabku dg agak gugup.
"kamu gk pulang Rit? udah mau hujan loh"
"aku nunggu jemputan zah, anda duluan aja gak apa2"
"kenapa gak bareng si Tara aja sih,arumah kalian kan searah"
"gak zah,atakut ngerepotin dia"
"oo ya udah duluan ya?"

Aku hanya menganggukkan kepala.
***

Keringat membasahi tubuhku, ku rapikan segera perlengkapan untuk kegiatan persami di SMA baruku.

Jangan sampai saya telat dan kena hukuman dari kakak-kakak osis.Tapi harapanku sia-sia, baru saja ku melangkahkan kaki masuk ke sekolah kakak-kakak osis sudah menunggu di pintu dengan wajah yang kelihatan marah.
"cepat masuk! Niat ikut kegiatan ini gak sih? Gak disiplin banget datang telat!" kata salah seorang dari mereka.
"iya kak, maaf saya telat" jawabku.

Setelah terbebas dari kemarahan mereka saya segera masuk menemui zahfa yang kebetulan satu regu denganku.

Acara persami berjalan dengan lancar, tiba waktunya kita untuk pulang ke rumah masing-masing. Saya menunggu ayah menjemputku, Ku lihat Tara yang berjalan dengan lemas dan wajah yang pucat. mungkin dia kelelahan karena semalam dia kena hukuman gara-gara anggota kelompoknya banyak yang melanggar peraturan.

Dia duduk tak jauh dari tempatku berada, tiba-tiba ada yang membasahi pipiku. Apa, air mata? Saya menangis, tapi mengapa saya menangis? Saya menangisi keadaan Tara yang spt itu.

Apa artinya ini?
***

Setelah kejadian hari itu saya merasa ada yang berbeda pada diriku ketika melihat Tara, ada getaran, ada perasaan lain di hatiku. mungkinkah saya jatuh mencintai padanya?

Jantungku berdegup kencang ketika di dekatnya, dan saya merasa rindu jika dia tak ada. Tapi apakah ini perasaan yang benar? baru pertama kali ku rasakan perasaan seperti ini.

Seminggu berlalu dan perasaanku semakin tak menentu.kali ini ku benar-benar yakin bahwa saya jatuh mencintai pada Tara.dialah mencintai pertamaku. Namun betapa kecewanya diriku ketika tau bahwa tara ternyata sudah memiliki seorang kekasih. Saya benar-benar patah hati saat itu.

Sahabat baikku, fita menyuruhku untuk sabar namun meski begitu saya tak pernah dapat melupakan tara.aku begitu menyayanginya. Hingga 3 bulan berlalu saya mendengar berita bahwa tara sudah putus dengan pacarnya, betapa bahagianya saya mengetahui hal itu.entah karna apa tiba-tiba saja saya dan tara menjadi sangat akrab. Saya dan tara jadi lebih sering ngobrol dan bercanda lewat sms. Namun saya tetap tak pernah berani mengungkapkan apa yg sesungguhnya saya rasakan pada Tara. Saya hanya mampu memendam perasaan mencintai ini dalam hatiku.

Hingga suatu ketika kecerobohankulah yg mengungkap rahasia itu.

Salah seorang temanku tidak sengaja membaca coretan di Diaryku bahwa saya menyukai tara. Entah apa yang dia kerjakan sehingga Tara kemudian tau hal itu dan dia menjauhiku. Saya sangat menyesal mengapa saya begitu ceroboh meletakkan buku itu di atas meja dan meninggalkannya begitu saja sehingga ada orang lain membacanya. Kini hubunganku dengan Tara tidak lagi seperti kemarin-kemarin, dia terlihat menghindari dan menjauhiku. Saya semakin tersiksa dengan perasaanku sendiri. Apa yg kini harus ku lakukan??
***

Waktu kelulusan sekolah sudah tiba.tak terasa 3th sudah ku menempuh pendidikan di SMA ini, dan selama itu pula rasa cintaku untuk tara masih belum dapat mati. Setelah lulus SMA saya meneruskan pendidikanku ke salah satu Universitas Negeri di kota Malang bersama Fita.sedangkan Tara, saya tak pernah tau lagi kabar dan keberadaannya sekarang. Saya berfikir mungkin kami memang tak berjodoh,mungkin Tara dan saya memang tak di takdirkan untuk bersama.
***

"Tiiiit"suara klakson berbunyi. Saya berteriak histeris sambil menutup mata ketika sebuah mobil berkecepatan tinggi melaju ke arahku.
"kau tidak apa-apa?"tanya seseorang padaku.
"aku tidak a..."bicaraku terhenti ketika ku lihat orang yang sedang bertanya padaku ternyata adalah Tara.
"Ta..ta..Tara??"ucapku terbata-bata.
"heh?Rita kan?"jawabnya.

Aku sangat bahagia akhirnya dapat bertemu Tara lagi. Tara kemudian mengantarku pulang setelah kami saling bertukar nomor handphone.
***

"Drtz..drtz"handphone di saku celanaku bergetar.terlihat nama Tara di layarnya,segera ku tekan tombol buka.
"Ku tunggu di taman sekarang"

Aku loncat-loncat kegirangan membaca sms dari Tara. Segera saja saya ganti baju dan pergi menemui Tara..

(Di Taman)
"Tara backbone ya?"gumamku dalam hati. Tiba-tiba ada yang menutup mataku dari belakang.
"Rita,aku punya kejutan buat kamu"Suara yang sangat ku kenal.iya,itu suara Tara.

Dia menuntunku hingga ke suatu tempat dan melepas tangannya dari mataku.

Seakan tidak percaya dengan apa yg baru saja ku lihat,aku mengucek-ngucek mataku. Dan ternyata saya tidak menghayal, di sekelilingku terdapat banyak lilin dan Tara, ia tersenyum manis padaku.
"Rita, saya ingin mengakui sesuatu. Saya minta maaf selama ini saya nggak dapat jujur sama perasaanku sendiri. sebenarnya dari dulu saya sayang sama anda tapi saya gak dapat ungkapin semua itu karna saya takut bakal nyakitin kamu.dan sekarang kita ketemu lagi, saya yakin kalau saya bener-bener sayang sama anda dan takdirlah yang mempertemukan kita.
“Rita,Maukah anda menjadi bagian dari hidupku dan temani saya hingga masa tuaku?"
"Tara... Saya juga sayang sma kamu."
"jadi,kamu mau?"
"iya,aku mau"

Aku sangat bahagia mendengar ucapan tara. Tara menyatakan mencintai padaku,

Aku selalu berfikir kalau Tara bukan takdirku, dia bukan jodohku. tapi ternyata ku salah! dia adalah mencintai pertama dan juga mencintai terakhirku. Dialah orang yang menjadi pelengkap dalam hidupku, tulang rusukku, mencintai sejati dalam hidupku.
 
Bagaimana tentang cerpen tersebut, jika sobat punya pendapat bisa komen aja di bawah ini.. :D